hahahaha….
kadang aku tertawa…
hemmmmmmm…..
kadang aku bingung….
ada teman jadi sedih…..
ada temen jadi futur…..
ada temen jadi bingung…..
ada temen jadi ge-er…
ada temen jadi salah mengartikan ketulusan seorang sahabat……
dikarenakan “cinta”…..
wahai kawan……,
cintailah kawanmu……
cintailah temanmu……
cintailah saudaramu…….
cintailah kawan seperjuanganmu……
hanya karena Allah sahaja…..
yang hanya cintamu kan terpuaskan jikalau kau melihat yang kau cintai tetap di jalan-Nya….
yang hanya cintamu kan terpuaskan jikalau kau melihat yang kau cintai masih taat pada-NYa….
yang hanya cintamu kan terpuaskan jikalau kau melihat yang kau cintai masih dalam cinta-NYa….
hingga akhirnya……….
keterpuasanmu kan mencapai puncaknya…
ketika ternyata sang Khaliq tlah mengabulkan do’amu…
kau dan yang kau cintai dipertemukan oleh-Nya dalam jannah-Nya…..
dan kau tak kan pernah kecewa…..
dan kau tak kan pernah sedih, karena kesedihan tak sanggup menyentuh jiwamu….
dan kau kan tersenyum……
dan seisi dunia kan ikut tersenyum bersamamu…..
seraya bersenandung : “life is beautiful…”
Amiiin….
Read more...

Ya Allah....
Saat aku menyukai seorang teman…
Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir…
Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir…
Ya Allah....
Ketika aku merindukan seorang kekasih…
Rindukanlah aku pada yang rindu cinta sejati-Mu…
Agar kerinduan terhadap-Mu semakin menjadi…
Ya Allah....
Jika aku hendak menyukai seseorang…
Temukanlah aku dengan seseorang yang mencintai-Mu…
Agar bertambah kuat cintaku kepada-Mu…
Ya Allah....
Ketika aku sedang jatuh cinta…
Jagalah cinta itu…
Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu…
Ya Allah....
Ketika aku berucap aku cinta padamu…
Biarkan kukatakan pada hatinya yang tertau pada-Mu…
Agar aku tak jatuh dalamcinta yang yang bukan karena-Mu…
Sebagaimana orang bijak berucap…
Mencintai seseorang bukanlah apa-apa…
Dicintai seseorang adalah sesuatu…
Dicintai oleh orang yang kita cintai sangatlah berarti…
Tapi dicintai oleh Sang Pencipta adalah SEGALANYA…
Read more...
Kasih….
Kaulah segalanya....pelangi cintaku..
Embun di setiap riduku…
Wangi disetiap tarikan nafasku….
Mimpi didalam tidurku…
Cinta di setiap waktuku…
Tak ada jiwa yang meronta….
Ketika cinta hilang dipelupuk mata…
Tak ada air mata yang tertahan, ketika pengkhianatan diatas namakan cinta…
Kekosongan jiwa dan hati yang semakin rapuh….
Menyelimuti kelamnya akhir cinta yang tak jua tinggal dalam masa…
Semua yang kutulis bukan untuk mu…
Puisi ini untuk Rosullullah….
Semoga saja disampaikannya padamu....
Read more...
Kaulah segalanya....pelangi cintaku..
Embun di setiap riduku…
Wangi disetiap tarikan nafasku….
Mimpi didalam tidurku…
Cinta di setiap waktuku…
Tak ada jiwa yang meronta….
Ketika cinta hilang dipelupuk mata…
Tak ada air mata yang tertahan, ketika pengkhianatan diatas namakan cinta…
Kekosongan jiwa dan hati yang semakin rapuh….
Menyelimuti kelamnya akhir cinta yang tak jua tinggal dalam masa…
Semua yang kutulis bukan untuk mu…
Puisi ini untuk Rosullullah….
Semoga saja disampaikannya padamu....
Read more...
Bila telapak tangan berkeringat, hati dag dig dug, suara bagai tersungut di tenggorokan, itu bukan cinta tetapi SUKA.
Bila telapak tangan tidak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya, itu bukan cinta tetapi BIRAHI.
Bila menginginkannya karena tau ia akan selalu berada di sampingmu itu bukan cinta tetapi KESEPIAN.
Bila menerimanya pertanyaan cintanya karena tak mau menyakiti hatinya, itu bukan cinta tapi KASIHAN.
Bila bersedia memberikan semua yang kamu sukai demi dia, itu bukan cinta tetapi KEMURAHAN HATI.
Bila kamu bangga dan selalu ingin memamerkannya kepada orang lain itu bukan cinta tapi KEMUJURAN.
Bila kamu katakana padanya bahwa ia adalah satu-satunya hal yang kamu pikirkan, itu bukan cinta tetapi GOMBAL.
Mencintanya adalah…..
Ketika kamu menerima kesalahan dia. Karena itu adalah bagian dari kepribadiannya..
Ketika kamu rela memberikan hatimu, kehidupanmu, bahkan kematiamu.
Ketika hatimu tercabik bila ia sedih, dan berbunga bila ia bahagia.
Ketika kamu menangis untuk kepedihannya biarpun ia cukup tegar menghadapinya.
Ketika kamu tertarik kepada orang lain tetapi kamu masih setia bersamanya.
Cinta adalah pengorbanan, mencintai berarti memberikan diri.
Cinta adalah kematian atas sifat egois dan egosentris.
Kadang itu menyakitkan, tetapi itulah harga yang harus dibayar untuk sebuah cinta.
Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri tidak merubahnya menjadi gambar yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.
Cinta….
Aku tidak menghendaki aku dicinta,
Aku tidak menghendaki aku di sayangi
Tapi
Aku hanyalah ingin sekedar menunjukkan bahwa aku cinta kamu…
Bahwa aku menyayangimu….
Apapun, kapanpun, dimanapun…
Ingatlah 1 hal, ada 1 orang yang sedang mencintaimu,
Ada 1 orang yang sedang menyayangimu, dan ada 1 orang yang tak pernah rela dirimu tersentuh oleh yang lain, itulah AKU
Ana Uhibbuka Fillah….. (Harisandi Savari Al Madhury)
Read more...
Bila telapak tangan tidak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya, itu bukan cinta tetapi BIRAHI.
Bila menginginkannya karena tau ia akan selalu berada di sampingmu itu bukan cinta tetapi KESEPIAN.
Bila menerimanya pertanyaan cintanya karena tak mau menyakiti hatinya, itu bukan cinta tapi KASIHAN.
Bila bersedia memberikan semua yang kamu sukai demi dia, itu bukan cinta tetapi KEMURAHAN HATI.
Bila kamu bangga dan selalu ingin memamerkannya kepada orang lain itu bukan cinta tapi KEMUJURAN.
Bila kamu katakana padanya bahwa ia adalah satu-satunya hal yang kamu pikirkan, itu bukan cinta tetapi GOMBAL.
Mencintanya adalah…..
Ketika kamu menerima kesalahan dia. Karena itu adalah bagian dari kepribadiannya..
Ketika kamu rela memberikan hatimu, kehidupanmu, bahkan kematiamu.
Ketika hatimu tercabik bila ia sedih, dan berbunga bila ia bahagia.
Ketika kamu menangis untuk kepedihannya biarpun ia cukup tegar menghadapinya.
Ketika kamu tertarik kepada orang lain tetapi kamu masih setia bersamanya.
Cinta adalah pengorbanan, mencintai berarti memberikan diri.
Cinta adalah kematian atas sifat egois dan egosentris.
Kadang itu menyakitkan, tetapi itulah harga yang harus dibayar untuk sebuah cinta.
Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri tidak merubahnya menjadi gambar yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.
Cinta….
Aku tidak menghendaki aku dicinta,
Aku tidak menghendaki aku di sayangi
Tapi
Aku hanyalah ingin sekedar menunjukkan bahwa aku cinta kamu…
Bahwa aku menyayangimu….
Apapun, kapanpun, dimanapun…
Ingatlah 1 hal, ada 1 orang yang sedang mencintaimu,
Ada 1 orang yang sedang menyayangimu, dan ada 1 orang yang tak pernah rela dirimu tersentuh oleh yang lain, itulah AKU
Ana Uhibbuka Fillah….. (Harisandi Savari Al Madhury)
Read more...
Kutuklah aku, Ya Allah, kutuklah aku
Kutuklah aku menjadi air yang senantiasa mengalir
Kalaupun milyaran bebatuan menghadang
Aku terus mencari celah untuk terus mengalir padaMu
Jadikan saja aku angin, Ya Allah
Agar aku bisa menyerukan kebesaranMu ke berbagai penjuru
Kutuklah aku, Ya Allah, kutuklah aku
Kutuklah aku menjadi gunung-gunung yang
Senantiasa bergerak selayak awan di langit
Agar aku dapat menjelaskan keagunganMu
Kenapa tak kau jadikan saja aku tanah
Dimana Rasulmu pernah menjejakkan sepasang
Telapak kaki telanjangnya
Biar kujaga dari apapun yang kan menghapusnya hingga memfosil
Kutuklah aku, Ya Allah, kutuklah aku
Menjadi matahari atau rembulan atau gemintang yang selalu patuh padaMu
Tanpa syarat, bukan manusia sepertiku
Yang bersujud saja kubutuhkan ribuan alasan
Aku iri Ya Allah, aku iri kepada tanah, dedaunan, air, angin, api
Segala yang kau ciptakan, sebegitu khusyuk mencintaimu – tanpa syarat
Bukan manusia sepertiku, yang bersujud saja kubutuhkan ribuan alasan
Ya Allah, kota tua ini sudah mengurungku pada kesibukan
Yang menjelma klakson-klakson pada mobil-mobil
Yang berebut jalan sebelum lampu di perempatan itu menyala merah
Seperti penguasa yang saling berebut kekuasaan
Gedung-gedung tinggi tak memberiku kesempatan menemuiMu
Waktu adalah milik perkantoran swasta, papan iklan, reklame, redaktur koran….
Hingga kulihat seorang pelacur di gang sana sedang mengetuk pintu kaca
Sebuah mobil berplat merah yang berparkir di tepi jalan
Kutuklah aku, Ya Allah, kutuklah aku
Kutuklah aku menjadi daun kembang kamboja
Yang tengah luruh di atas pekuburan
Agar aku dapat selalu ingat, sebelum jatuh ke atas tanah
Bahwa segala kesombongan telah terbungkam
Di balik nisan yang terpahatkan namanya
Kutuklah aku, Ya Allah, kutuklah aku
Kutuklah aku menjadi apa saja, asal jangan menjadi manusia
Puisi ini aku ambil dari blog temen baru ku (harisandi-savari.blogspot.com)hehe....
Sori bukan nyulik, aq dah pamit kok ma yang punya....^_^
Read more...
Langganan:
Postingan (Atom)



