“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab, "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). Dan Kami panggillah dia, "Hai Ibrahim, Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. ” (Ash-Shaaffaat: 102-107)
Mentafakuri surat Ash-Shaaffat di atas, Allah ingin mengajarkan pada kita tentang beberapa hal yakni:
1. Ketaatan pada Allah.
Dalam kisah Ibrahim dan anaknya sudah tergambar jelas bagaimana seharusnya sikap orang-orang yang taat pada Allah,nabi Ibrahim tidak membantah sedikitpun meski harus mengorbankan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya.
Sebagai seorang muslim ketaatan pada Allah dan Rasul adalah suatu yang harus dilaksanakan,hal ini merupakan identitas diri seorang muslim yang akan mengantarkannya pada surga Allah. Dalam surat An nisa’ ayat 69 Allah tegaskan bahwa :
“ Dan barang siapa yang mentaati Allah dan rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para shiddiq, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah sebaik-baiknya “
Dalam ayat ini Allah tegaskan bahwa kita diperintahkan untuk melakukan ketaatan dengan janji akan berteman dengan makhluk yang paling mulia dan paling agung derajat mereka, lantaran ketaatan itu, dan Allah tidak pernah mungkir atas janji-janji-Nya.
2. Bersabar dengan keputusan-keputusan Allah
Ketika nabi Ibrahim bermimpi disuruh oleh Allah untuk menyembelih anaknya, dan mimpi itupun berulang sebanyak tiga kali maka tidak ada pilihan bagi manusia Hanif ini selain bersabar dengan apa yang Allah perintahkan kepadanya. Tatkala niat untuk membantai putra satu-satunya disampaikan pada bocah kecil yang bernama Ismail maka peristiwa ajaibpun terjadi tanpa diduga, dimana anak yang masih berusia 10 tahun itu menerima keputusan Allah dengan ikhlas dan sabar, kesabaran itu tertuang dalam kata-katanya “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar (Ash-Shaaffat: 102-107)."
Sebuah kisah yang sangat menggugah jiwa dan mengetuk pintu hati kita serta mengajarkan kita untuk selalu bersabar dan ikhlas atas semua keputusan-keputusan Allah. Dalam surat Fussilat 35 Allah katakan :
“ Dan sifat-sifat yang baik itu tidak akan dianugerahkan kecuali pada orang-orang yang sabar dan tidak akan di anugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.”
Hanya kebaikanlah yang akan menemani hari-hari orang yang selalu bersabar karena Allah semata.
3. Selalu berserah diri pada Allah
“Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). Dan Kami panggillah dia, "Hai Ibrahim, Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. ”
Hanya Allah yang Maha menggenggam alam semesta, serta menciptakan segala isinya termasuk kita sebagai seorang manusia. Tak ada sikap yang bisa kita pilih selain memilih untuk berserah diri pada Allah, berserah diri atas segala ujian, musibah dan derita yang menimpa. Dalam perjalanan panjang kehidupan ini, kita akan selalu dihadapkan dengan momentum-momentum yang begitu keras dan akan selalu menuruni labirin suka dan duka. Ketika semua ujian itu melanda maka tidaklah pantas rasanya ketika kita bergantung pada seorang makhluk sementara kita lupa untuk memulangkan semuanya pada Allah.. Hanya Allah tempat kembali dan berserah, kita pasrahkan diri dalam ibadah-ibadah kita, dalam sujud panjang kita dan dalam lantunan tilawah kita. Allah akan menebus orang-orang yang bersabar dengan nikmat yang tidak disangka-sangka.
Allahualam bissawab

Read more...
























