Sabtu, 28 November 2009

Belajar Dari Ibrahim

Hari Raya Idul Adha atau akrab disapa dengan Hari Raya Qurban telah datang kembali menyapa kita. Sebagai seorang muslim keinginan untuk berkurban makin menggebu-gebu di setiap sanubari. Entah apa jadinya jika hikmah di balik seorang ayah dan anak--Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail notabene sebagai seorang anak yang taat dan patuh terhadap ajaranNya dengan tawadhunya ia menerimah perintah dari Yang Maha Pencipta. Bersedia di qurban. Namun karena Allah Maha Mengetahui Segala-galanya maka ia tak jadi di qurban melainkan diganti oleh hewan yang bernama kibas (domba) sebagai pengganti dirinya.

“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, "Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!" Ia menjawab, "Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar." Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). Dan Kami panggillah dia, "Hai Ibrahim, Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. ” (Ash-Shaaffaat: 102-107)
Mentafakuri surat Ash-Shaaffat di atas, Allah ingin mengajarkan pada kita tentang beberapa hal yakni:

1. Ketaatan pada Allah.

Dalam kisah Ibrahim dan anaknya sudah tergambar jelas bagaimana seharusnya sikap orang-orang yang taat pada Allah,nabi Ibrahim tidak membantah sedikitpun meski harus mengorbankan sesuatu yang paling berharga dalam hidupnya.

Sebagai seorang muslim ketaatan pada Allah dan Rasul adalah suatu yang harus dilaksanakan,hal ini merupakan identitas diri seorang muslim yang akan mengantarkannya pada surga Allah. Dalam surat An nisa’ ayat 69 Allah tegaskan bahwa :

“ Dan barang siapa yang mentaati Allah dan rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi, para shiddiq, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka itulah sebaik-baiknya “

Dalam ayat ini Allah tegaskan bahwa kita diperintahkan untuk melakukan ketaatan dengan janji akan berteman dengan makhluk yang paling mulia dan paling agung derajat mereka, lantaran ketaatan itu, dan Allah tidak pernah mungkir atas janji-janji-Nya.

2. Bersabar dengan keputusan-keputusan Allah

Ketika nabi Ibrahim bermimpi disuruh oleh Allah untuk menyembelih anaknya, dan mimpi itupun berulang sebanyak tiga kali maka tidak ada pilihan bagi manusia Hanif ini selain bersabar dengan apa yang Allah perintahkan kepadanya. Tatkala niat untuk membantai putra satu-satunya disampaikan pada bocah kecil yang bernama Ismail maka peristiwa ajaibpun terjadi tanpa diduga, dimana anak yang masih berusia 10 tahun itu menerima keputusan Allah dengan ikhlas dan sabar, kesabaran itu tertuang dalam kata-katanya “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar (Ash-Shaaffat: 102-107)."

Sebuah kisah yang sangat menggugah jiwa dan mengetuk pintu hati kita serta mengajarkan kita untuk selalu bersabar dan ikhlas atas semua keputusan-keputusan Allah. Dalam surat Fussilat 35 Allah katakan :

“ Dan sifat-sifat yang baik itu tidak akan dianugerahkan kecuali pada orang-orang yang sabar dan tidak akan di anugerahkan kecuali kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar.”

Hanya kebaikanlah yang akan menemani hari-hari orang yang selalu bersabar karena Allah semata.

3. Selalu berserah diri pada Allah

“Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya ). Dan Kami panggillah dia, "Hai Ibrahim, Sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar. ”

Hanya Allah yang Maha menggenggam alam semesta, serta menciptakan segala isinya termasuk kita sebagai seorang manusia. Tak ada sikap yang bisa kita pilih selain memilih untuk berserah diri pada Allah, berserah diri atas segala ujian, musibah dan derita yang menimpa. Dalam perjalanan panjang kehidupan ini, kita akan selalu dihadapkan dengan momentum-momentum yang begitu keras dan akan selalu menuruni labirin suka dan duka. Ketika semua ujian itu melanda maka tidaklah pantas rasanya ketika kita bergantung pada seorang makhluk sementara kita lupa untuk memulangkan semuanya pada Allah.. Hanya Allah tempat kembali dan berserah, kita pasrahkan diri dalam ibadah-ibadah kita, dalam sujud panjang kita dan dalam lantunan tilawah kita. Allah akan menebus orang-orang yang bersabar dengan nikmat yang tidak disangka-sangka.

Allahualam bissawab





Read more...
Jumat, 23 Oktober 2009

HarapanQ

Entah sampai kapan....
Entah sampai dimana....

Yakinkan hati demi satu tujuan....
Berpegang pada satu harapan....

Letih dahaga akan cinta rasuk jiwaku....
Aku coba mencari tanganmu....
Mungkinkah sentuh jiwaku....
Basuhi sedih dan air mataku....
Pegangi aku....
Bimbing aku....


Mencarimu.....

Yang kuinginkan hanyalah hal yang sederhana....
Tangan yang siap menerima lukaku....
Jari yang mampu menghapus peluhku....
Dan jiwa yang siap berkata....
"Jangan bersedih lagi....
Karna kau tak lagi sendiri sekarang!"




Read more...
Jumat, 24 Juli 2009

UHIBBUKI YA UMI

Umi....
Itulah engkau, yang slalu setia mengajarkan kami....

Umi....
itulah engkau, yang berkorban banyak demi anak-anakmu....

Umi....
itulah engkau, yang telah memahamkan kami...
tentang arti cinta....tentang arti kasih....dan arti pengorbanan...

Umi...
itulah engkau, yang telah berjuang dengan harta dan jiwamu, demi keridhoan tuhanmu....

Umi...
itulah engkau, yang terus mengajarkan kami...
walau kami tak peduli, bahkan kadang kami menaruh rasa benci padamu....
Umi....
itulah engkau, yang dengan ketulusan mu, dengan kelembutan dan cintamu
membelai kami dengan sayang yang tiada tara....

Umi....
itulah engkau, dengan segudang pengorbanan
tanpa pamrih, tanpa sedikitpun keluhan yang terucap dari bibirmu....

Umi....
itulah engkau, yang selalu mendoakan kami...
selalu membantu kami, selalu menemami dalam suka dan duka kami
yang selalu mengingatkan kami kala kami salah, kala kami khilaf....

Umi...
itulah engkau, yang tak pernah jemu mencintai dan menyayangi kami...

Umi...
itulah engkau, dengan segala kekurangan dan kelebihanmu

Umi....
tak tau harus dengan apa kami membalas segala jasamu....
tak tau harus dengan apa kami membalas cinta dan sayangmu yang tak terhingga....

Umi...
walau kadang kata-kata kami menyakitimu, tak pernah sedikitpun kau menunjukkan rasa kesalmu pada kami....

Umi...
dengan apa kami harus membalas segala kebaikan yang telah engkau beri untuk kami
denga apa kami membayar semua yang telah engkau ajarkan....

Umi....
engkaulah anugrah terindah yang Allah beri untuk kami....
engkaulah Murrabi terbaik bagi kami....

Umi....
kami mencintaimu....
walau bibir ini kelu tuk mengucapkannya....
walau sikap ini tak pernah menunjukkan peduli padamu....

Umi....
doa kami tercurah untukmu
semoga kelak kita dikumpulkan kembali di syurga-Nya yang abadi

(I. Maharani. R)




Read more...
Jumat, 03 Juli 2009

Penantian Ini.....

Penantian adalah satu ujian
tetapkanlah aku selalu dalam harapan...
karena keimanan tak hanya diucapkan
adalah ketabahan menghadapi cobaan...

sabarkanlah aku menanti pasangan hati
tulus kan kusambut sepenuh jiwa ini...
di dalam asa diri menjemput berkah-Mu
tibalah ijin-Mu atas harapan ini....

Rabbi, teguhkanlah aku di penantian ini
berikanlah cahaya terang-Mu selalu....

Rabbi, segala upaya hamba-Mu ini
hanyalah bersandar semata kepada-Mu....

Rabbi, ridhailah penantianku ini
hadirkanlah ketentraman di dalam hati....

Rabbi, hanya pada-Mu-lah doaku ini
duhai tempat mengadu segala resah diri......

(Dan's - Rembulan Di Langit Hatiku)


Read more...
Rabu, 17 Juni 2009

Puisi Ini UntukMu

Kau kira puisi ini untukmu
Tak......
Ini untukku dariMu
Biar aku malu.....
Biar aku tahu.....,
aku hanya hasrat dan nafsu

Kau kira baris ini untuk menasehati mu
Tak.......
Karena ku bahkan tak dapat tolong diriku
Bagaimana kukan menasehatimu
Sedang kemunafikan menyelimutiku
Kadang malaikat, kadang setan jalang
Sehari baik sehari buruk
jalanku bagai pelangi

Allahumma, Ya Allah.....
Aku tak miliki sesuatu
Selain ego, jiwa dan nafsuku
Kutak bisa datangkan kebaikan
Pun keburukan bagi diriku
Leherku ada di genggamanMu
Kutak sanggup menjawab pertanyaanMu
Bahkan jawaban terkecilpun ku tak mampu

Allahumma Ya Allah......
Seluruh hidupku kuhabiskan dalam kekafiran
Perilaku buruk dan perbuatan setan menguasaiku
Tak pernah aku melakukan satu amalanpun
yang Kau terima
Engkau adalah Allah.....Aku adalah hamba..
Jangan usir aku yang datang kepintuMu

Allahumma Ya Allah......
Sejak hari dimana Kau ciptakan atom dan zarahku
Sejak hari Kau tiupkan ruhku dan jiwaku
Dari maya hingga menjadi nyata
Hingga kini.....
Betapa banyak ketak patuhan telah kulakukan
Dari zarahku, jiwaku dan tubuhku....
Aku menyesali semua perbuatanku
Jangan menolakku Ya Rabbi..
jangan tinggalkan diriku pada Egoku
Walau hanya sekejap.....

Allahumma Ya Allah.....
Jika Kau memiliki dua pintu bagi hambamu untuk
memasukinya....
Satu untuk hambaMu yang beriman
Satu untuk hambaMu yang kafir
Masukkan aku dipintu yang digunakan hambaMu yg kafir
Karena ku percaya inilah satu2nya pintu masuk
yang pantas untukku

Allahumma Ya Allah......
Aku datang melangkah padaMu
Meraih maqam al-fana fillah
Aku mohon padaMu melenyapkan diriku
Dalam samudera hadiratMu ya Rabbi
Dalam samudera ke Esa-anmu ya Rabbi
Dalam samudera berkahMu dari bulanMu
Samudera wahdaniyah hingga Maqam al fardani

Allahumma Ya Allah jangan Engkau menolakku
laa hawla walaa quwwatta illa billah il aliyyiil azhiim (tak ada daya dan kekuatan selain dengan pertolonganMu)

(nya/gazelle run)

Read more...
Senin, 15 Juni 2009

Air Mata Rasulullah SAW

Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. "Bolehkah saya masuk?" tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, "Maafkanlah, ayahku sedang demam," kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu.

Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, "Siapakah itu wahai anakku?" "Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya," tutur Fatimah lembut.
Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. "Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut," kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya. Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya.

Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini. "Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?" Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. "Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu," kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

"Engkau tidak senang mendengar khabar ini?" Tanya Jibril lagi. "Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?" "Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Kuharamkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya," kata Jibril.

Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. "Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini."

Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang di sampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. "Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?" Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu.

"Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal," kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah mengaduh, karena sakit yang tidak tertahankan lagi.

"Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. "Badan Rasulullah mulai dingin, kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi.

Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya. "Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanukum --peliharalah shalat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu."

Diluar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan. "Ummatii, ummatii, ummatiii?" - "Umatku, umatku, umatku"

Dan, berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik alaaa wa salim 'alaihi Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

NB:

Kirimkan kepada sahabat-sahabat muslim lainnya agar timbul kesadaran untuk mencintai Allah dan RasulNya, seperti Allah dan Rasulnya mencintai kita.

Karena sesungguhnya selain daripada itu hanyalah fana belaka. Amin... Usah gelisah apabila dibenci manusia karena masih banyak yang menyayangimu di dunia tapi gelisahlah apabila dibenci Allah karena tiada lagi yang mengasihmu diakhirat.

sumber : milis


Read more...
Jumat, 05 Juni 2009

Anggap Saja Aku Tak Ada

Seperti biasa, malam ini

Kamu menekuri segudang pekerjaanmu
Aku lewat kau diam
Baik...! Anggap saja ku tak ada

Setelah selesai, malam ini

Kamu tertidur meringkuk di balik selimut
Aku di dekatmu kau masih diam
Fine...! Anggap saja ku tak ada
Ditengah tidurmu, malam ini

Kau menggeliat bahkan mendengur keras
Aku sengaja menempel kulit denganmu, PLAK !!!
Baru kau sadari bahwa kuada

Tahukah kau,
Aku tak bermaksud mengganggumu
Aku membutuhkanmu...
Bagaimana aku tanpa dirimu?

Mungkin aku tak kan lagi hidup
Jadi biarkanlah aku
Sedikit saja meminta
Setetes darahmu...

Karena aku hanyalah...
Seekor nyamuk kecil yang lapar...




Read more...
Rabu, 03 Juni 2009

Hidup Seperti Teori-teori

...Bernafas semampunya paru-paru
...Berpikir, semampunya jutaan sel menjalankan tugasnya
...Memandang, semampunya mata melihat dunia
...Kaki berjalan kemana arah yang telah di program
...tangan menggenggam yang terpilih

...Ah..sang nafas menghela,..sedikit lelah
seteguk air menyejukkan dahaga
sebentuk pengalaman jadikan suatu persepsi
tentang likuan waktu dalam hidup
...Hei..tersadar, hidup bukan teori-teori
tapi hidup berawal dari teori
bagaimana tidak, dari lahir sampai dewasa teori itu ada
hingga dewasa ingin begini begitu
sampai nyatanya tak begitu
dan ada penjelasan bahwasanya
manusia hanya bisa berencana, berusaha dan berdo'a..
Tuhan jualah menentukan segalanya

Read more...

Pagi tadi, antara birunya, ombaknya, airnya, anginnya, dan pasirnya, entah yang mana yang mengingatkan ku...

Dari semua orang yang kita kenal, hampir semua pernah bilang “Harusnya mereka mengerti keadaan aku” atau “Aku ingin dia mau menerima aku apa adanya” atau “Tolong pahami aku” atau “Dia kan tahu aku orangnya bagaimana, harusnya dia sudah bisa mengerti” atau "plis, ngertiin aku donk" dan berbagai pernyataan senada yang menggambarkan keinginan kita untuk "di-" (dimengerti, diterima, dipahami, diperhatikan, serta kata-kata pasif lainnnya).

Setiap manusia emang di ciptakan berbeda satu sama lain, bahkan kembar sekalipun punya perbedaan. Setiap orang itu unik dengan karakternya masing-masing. Karna perbedaan itulah yang menjadikan kita ingin "di-". Berarti bukanlah suatu kesalahan jika semua orang memiliki kecenderungan itu. Tapi mesti di pahami juga bahwa kecenderungan itu terikat dengan kecenderungan orang lain. Dengan kata lain jika hubungan manusia di ibatkan dengan transaksi, maka biar transaksi bisa berjalan, dibutuhkan dua orang atau lebih yang dapat berperan sebagai pemberi dan penerima. bisa juga di ibatkan dengan magnet, agar terjadi tarik menarik, harus ada kutub yang berbeda, yaitu kutub positif dan negatif.

Yang jadi pertanyaan sekarang, "Apakah jika semua orang ingin "di-" hubungan antar manusia bisa terjalin dengan baik?" jawabannya pasti 'tidak' karena hubungan tersebut kehilangan satu peran, karena medan magnet kehilangan satu kutub. Bisakah hubungan tercipta jika semuanya ingin diberi (pasif)? lalu siapa yang akan memberi(aktif)??

Memang sih keinginan untuk "di-" bukanlah suatu kesalahan, itu manusiawi, wajar kok. tapi keinginan itu menjadikan hubungan antar manusia menjadi pincang, yang tanapa kita sadari itulah yang merusak sebuah hubungan. :(

Kalau dulu kita selalu ingin "di-" dan selalu memposisikan diri sebagai pelaku pasif maka sekarang saatnyalah kita berusaha ingin me- (mengerti, menerima, memahami, memperhatikan) sehingga kita mampu memposisikan diri sebagai pelaku aktif.

Jika kita cermati, pada saat semua orang berusaha ingin ‘me-’ maka hubungan antar manusia akan berjalan harmonis karena semua orang berlaku aktif. Coba kita renungkan, gunakan hati dan pikiran yang jernih untuk memahaminya. Kita ambil contoh sederhana saja

Situasi pertama :

Bayangkan dalam sebuah ruangan ada 10 orang yang masing-masing menunggu (pasif) untuk diberikan kado. Karena kesepuluh orang tersebut sama-sama menunggu, mungkinkah terjadi transaksi memberi dan menerima? Tentu saja tidak. Menunggu sampai kapanpun transaksi tersebut tidak akan pernah terjadi karena tidak satupun dari mereka yang membawa kado untuk diberikan kepada yang lain. Situasi itu sama seperti saat semua orang ingin di- (dimengerti, diterima, dipahami, diperhatikan, dan kata-kata pasif lainnnya).

Situasi kedua :

Bayangkan dalam sebuah ruangan ada 10 orang yang masing-masing membawa kado yang indah, kesepuluh orang itu ingin memberikan kado (aktif). Karena kesepuluh orang itu sama-sama ingin memberikan kado pada yang lainnya maka tanpa menunggu lamapun transaksi pasti akan terjadi dan tanpa mengharap atau menunggu secara otomatis kita juga akan menerima kado dari yang lain. Situasi tersebut sama seperti saat semua orang ingin me- (mengerti, menerima, memahami, memperhatikan, dan kata-kata aktif lainnnya).

Dari situasi kedua dapat ditarik kesimpulan bahwa sebenarnya :

“SAAT KITA MEMBERI PADA HAKIKATNYA KITA MENERIMA”

Perubahan itu adalah sebuah keniscayaan, jangan takut untuk berubah jika dengan perubahan itu kita dapat meraih semua impian kita, harapan kita dan cita-cita kita yang sudah lama terbelunggu oleh kepasifan yang bernama ego.

Read more...
Sabtu, 16 Mei 2009

Menghias Hati Dengan Menangis

"Andai kalian mengetahui apa yang aku ketahui, niscahya kalian akan sedikit tertawa dan banyak menangis." (Bukhari-Muslim)

Indahnya hidup dengan celupan iman. Saat itulah terasa bahwa dunia bukan segala-galanya. Ada yang jauh lebih besar dari yang ada di depan mata. Semuanya teramat kecil dibanding dengan balasan dan siksa Allah swt. 


Siapa pun kita, jangan pernah berpikir bahwa dosa-dosa yang telah dilakukan akan terpikul di pundak orang lain. Siapa pun. Pemimpinkah, tokoh yang punya banyak pengikutkah, orang kayakah. Semua kebaikan dan keburukan akan kembali ke pelakunya.  

Maha Benar Allah dengan firman-Nya dalam surah Al-An’am ayat 164. “…Dan tidaklah seorang membuat dosa melainkan kemudharatannya kembali kepada dirinya sendiri; dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhanmulah kamu kembali, dan akan diberitakan-Nya kepadamu apa yang kamu perselisihkan.” 


Lalu, pernahkah kita menghitung-hitung dosa yang telah kita lakukan. Seberapa banyak dan besar dosa-dosa itu. Jangan-jangan, hitungannya tak beda dengan jumlah nikmat Allah yang kita terima. Atau bahkan, jauh lebih banyak lagi. Masihkah kita merasa aman dengan mutu diri seperti itu. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun mampu menjamin bahwa esok kita belum berpisah dengan dunia. Belumkah tersadar kalau tak seorang pun bisa yakin bahwa esok ia masih bisa beramal. Belumkah tersadar kalau kelak masing-masing kita sibuk mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan. 

Di antara keindahan iman adalah anugerah pemahaman bahwa kita begitu hina di hadapan Allah swt. Saat itulah, seorang hamba menemukan jati diri yang sebenarnya. Ia datang ke dunia ini tanpa membawa apa-apa. Dan akan kembali dengan selembar kain putih. Itu pun karena jasa baik orang lain. Apa yang kita dapatkan pun tak lebih dari anugerah Allah yang tersalur lewat lingkungan.  

Kita pandai karena orang tua menyekolah kita. Seperi itulah sunnatullah yang menjadi kelaziman bagi setiap orang tua. Kekayaan yang kita peroleh bisa berasal dari warisan orang tua atau karena berkah lingkungan yang lagi-lagi Allah titipkan buat kita. Kita begitu faqir di hadapan Allah swt. Seperti itulah Allah nyatakan dalam surah Faathir ayat 15 sampai 17, “Hai manusia, kamulah yang berkehendak kepada Allah; dan Allah Dialah yang Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) lagi Maha Terpuji. Jika Dia menghendaki, niscaya Dia musnahkan kamu dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kamu). Dan yang demikian itu sekali-kali tidak sulit bagi Allah.
Apa yang bisa kita bayangkan ketika suatu ketika semua manusia berkumpul dalam tempat luas yang tak seorang pun punya hak istimewa kecuali dengan izin Allah. Jangankan hak istimewa, pakaian pun tak ada. Yang jelas dalam benak manusia saat itu cuma pada dua pilihan: syurga atau neraka. Di dua tempat itulah pilihan akhir nasib seorang anak manusia. 

Pada hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari isteri dan anak-anaknya. Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.” (QS. 80: 34-37)  

Mulailah bayang-bayang pedihnya siksa neraka tergambar jelas. Kematian di dunia cuma sekali. Sementara, di neraka orang tidak pernah mati. Selamanya merasakan pedihnya siksa. Terus, dan selamanya. Seperti apa siksa neraka, Rasulullah saw pernah menggambarkan sebuah contoh siksa yang paling ringan.  

Sesungguhnya seringan-ringan siksa penghuni neraka pada hari kiamat ialah seseorang yang di bawah kedua tumitnya diletakkan dua bara api yang dapat mendidihkan otaknya. Sedangkan ia berpendapat bahwa tidak ada seorang pun yang lebih berat siksaannya daripada itu, padahal itu adalah siksaan yang paling ringan bagi penghuni neraka.” (Bukhari dan Muslim)  

Belum saatnyakah kita menangis di hadapan Allah. Atau jangan-jangan, hati kita sudah teramat keras untuk tersentuh dengan kekuasaan Allah yang teramat jelas di hadapan kita. 


Bekunya air mata dari kerasnya hati.... 
Kerasnya hati dari banyaknya dosa... 
Banyaknya dosa dari lupanya mati... 
Lupakan mati karena terlalu cintakan dunia... 
Renungkanlah.... 

Read more...
Di sudut pasar Madinah ada seorang pengemis Yahudi buta yang setiap harinya selalu berkata kepada setiap orang yang mendekatinya, Wahai saudaraku, jangan dekati Muhammad, dia itu orang gila, dia itu pembohong, dia itu tukang sihir, apabila kalian mendekatinya maka kalian akan dipengaruhinya

Namun, setiap pagi Muhammad Rasulullah SAW mendatanginya dengan membawakan makanan, dan tanpa berucap sepatah kata pun Rasulullah SAW menyuapkan makanan yang dibawanya kepada pengemis itu sedangkan pengemis itu tidak mengetahui bahwa yang menyuapinya itu adalah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW melakukan hal ini setiap hari sampai beliau wafat.

Setelah wafatnya Rasulullah SAW, tidak ada lagi orang yang membawakan makanan setiap pagi kepada pengemis Yahudi buta itu. Suatu hari sahabat terdekat Rasulullah SAW yakni Abubakar RA berkunjung ke rumah anaknya Aisyah RA yang tidak lain tidak bukan merupakan isteri Rasulullah SAW dan beliau bertanya kepada anaknya itu,Anakku, adakah kebiasaan kekasihku yang belum aku kerjakan?

Aisyah RA menjawab,Wahai ayah, engkau adalah seorang ahli sunnah dan hampir tidak ada satu kebiasaannya pun yang belum ayah lakukan kecuali satu saja. Apakah Itu?, tanya Abubakar RA. Setiap pagi Rasulullah SAW selalu pergi ke ujung pasar dengan membawakan makanan untuk seorang pengemis Yahudi buta yang ada disana, kata Aisyah RA..

Keesokan harinya Abubakar RA pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikan kepada pengemis itu. Abubakar RA mendatangi pengemis itu lalu memberikan makanan itu kepadanya. Ketika Abubakar RA mulai menyuapinya, sipengemis marah sambil menghardik, Siapakah kamu? Abubakar RA menjawab,Aku orang yang biasa (mendatangi engkau). Bukan! Engkau bukan orang yang biasa mendatangiku, bantah si pengemis buta itu.

Apabila ia datang kepadaku tidak susah tangan ini memegang dan tidak susah mulut ini mengunyah. Orang yang biasa mendatangiku itu selalu menyuapiku, tapi terlebih dahulu dihaluskannya makanan tersebut, setelah itu ia berikan padaku, pengemis itu melanjutkan perkataannya.

Abubakar RA tidak dapat menahan air matanya, ia menangis sambil berkata kepada pengemis itu, Aku memang bukan orang yang biasa datang padamu. Aku adalah salah seorang dari sahabatnya, orang yang mulia itu telah tiada. Ia adalah Muhammad Rasulullah SAW.

Seketika itu juga pengemis itu pun menangis mendengar penjelasan Abubakar RA, dan kemudian berkata, Benarkah demikian? Selama ini aku selalu menghinanya, memfitnahnya, ia tidak pernah memarahiku sedikitpun, ia mendatangiku dengan membawa makanan setiap pagi, ia begitu mulia….

Pengemis Yahudi buta tersebut akhirnya bersyahadat di hadapan Abubakar RA saat itu juga dan sejak hari itu menjadi muslim. Nah, wahai saudaraku, bisakah kita meneladani kemuliaan akhlaq Rasulullah SAW?

Atau adakah setidaknya niatan untuk meneladani beliau? Beliau adalah ahsanul akhlaq, semulia-mulia akhlaq.

Kalaupun tidak bisa kita meneladani beliau seratus persen, alangkah baiknya kita berusaha meneladani sedikit demi sedikit, kita mulai dari apa yang kita sanggup melakukannya. Sebarkanlah riwayat ini ke sebanyak orang apabila kamu mencintai Rasulullahmu…

Sadaqah Jariah salah satu dari nya mudah dilakukan, pahalanya MasyaAllah.. macam meter taxi… jalan terus.


Sadaqah Jariah - Kebajikan yang tak berakhir.
1. Berikan al-Quran pada seseorang, dan setiap dibaca, Anda mendapatkan hasanah.
2. Sumbangkan kursi roda ke RS dan setiap orang sakit menggunakannya, Anda dapat hasanah.
4. Bantu pendidikan seorang anak.
5. Ajarkan seseorang sebuah do’a. Pada setiap bacaan do’a itu, Anda dapat hasanah.
6. Bagi CD Quran atau Do’a.
7. Terlibat dalam pembangunan sebuah mesjid.
8. Tempatkan pendingin air di tempat umum.
9. Tanam sebuah pohon. Setiap seseorang atau binatang berlindung dibawahnya, Anda dapat hasanah.


MasyAllah.. Begitu mudahnya mendapatkan pahala dari Allah. Bagaimana mungkin kita tidak menginginkannya…?


Read more...
Minggu, 10 Mei 2009

Di Jalan Cinta Para Pejuang

Ada rahasia terdalam di hati ‘Ali yang tak dikisahkannya pada siapapun. Fathimah. Karib kecilnya, puteri tersayang dari Sang Nabi yang adalah sepupunya itu, sungguh memesonanya. Kesantunannya, ibadahnya, kecekatan kerjanya, parasnya. Ia tak tahu apakah rasa itu bisa disebut cinta. Tapi, ia memang tersentak ketika suatu hari mendengar kabar yang mengejutkan. Fathimah dilamar seorang lelaki yang paling akrab dan paling dekat kedudukannya dengan Sang Nabi. Lelaki yang membela Islam dengan harta dan jiwa sejak awal-awal risalah. Lelaki yang iman dan akhlaqnya tak diragukan; Abu Bakr Ash Shiddiq, Radhiyallaahu ’Anhu.

”Allah mengujiku rupanya”, begitu batin ’Ali. Ia merasa diuji karena merasa apalah ia dibanding Abu Bakr. Kedudukan di sisi Nabi? Abu Bakr lebih utama, mungkin justru karena ia bukan kerabat dekat Nabi seperti ’Ali, namun keimanan dan pembelaannya pada Allah dan RasulNya tak tertandingi. Lihatlah bagaimana Abu Bakr menjadi kawan perjalanan Nabi dalam hijrah sementara ’Ali bertugas menggantikan beliau untuk menanti maut di ranjangnya..
Lihatlah juga bagaimana Abu Bakr berda’wah. Lihatlah berapa banyak tokoh bangsawan dan saudagar Makkah yang masuk Islam karena sentuhan Abu Bakr; ’Utsman, ’Abdurrahman ibn ’Auf, Thalhah, Zubair, Sa’d ibn Abi Waqqash, Mush’ab.. Ini yang tak mungkin dilakukan kanak-kanak kurang pergaulan seperti ’Ali. Lihatlah berapa banyak budak muslim yang dibebaskan dan para faqir yang dibela Abu Bakr; Bilal, Khabbab, keluarga Yassir, ’Abdullah ibn Mas’ud.. Dan siapa budak yang dibebaskan ’Ali? Dari sisi finansial, Abu Bakr sang saudagar, insyaallah lebih bisa membahagiakan Fathimah. ’Ali hanya pemuda miskin dari keluarga miskin.

”Inilah persaudaraan dan cinta”, gumam ’Ali. ”Aku mengutamakan Abu Bakr atas diriku, aku mengutamakan kebahagiaan Fathimah atas cintaku.” Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan atau mempersilakan. Ia adalah keberanian, atau pengorbanan.
Beberapa waktu berlalu, ternyata Allah menumbuhkan kembali tunas harap di hatinya yang sempat layu. Lamaran Abu Bakr ditolak. Dan ’Ali terus menjaga semangatnya untuk mempersiapkan diri.

Ah, ujian itu rupanya belum berakhir. Setelah Abu Bakr mundur, datanglah melamar Fathimah seorang laki-laki lain yang gagah dan perkasa, seorang lelaki yang sejak masuk Islamnya membuat kaum muslimin berani tegak mengangkat muka, seorang laki-laki yang membuat syaithan berlari takut dan musuh-musuh Allah bertekuk lutut. ’Umar ibn Al Khaththab. Ya, Al Faruq, sang pemisah kebenaran dan kebathilan itu juga datang melamar Fathimah.

’Umar memang masuk Islam belakangan, sekitar 3 tahun setelah ’Ali dan Abu Bakr. Tapi siapa yang menyangsikan ketulusannya? Siapa yang menyangsikan kecerdasannya untuk mengejar pemahaman? Siapa yang menyangsikan semua pembelaan dahsyat yang hanya ’Umar dan Hamzah yang mampu memberikannya pada kaum muslimin? Dan lebih dari itu, ’Ali mendengar sendiri betapa seringnya Nabi berkata, ”Aku datang bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku keluar bersama Abu Bakr dan ’Umar, aku masuk bersama Abu Bakr dan ’Umar..” Betapa tinggi kedudukannya di sisi Rasul, di sisi ayah Fathimah.

Lalu coba bandingkan bagaimana dia berhijrah dan bagaimana ’Umar melakukannya. ’Ali menyusul sang Nabi dengan sembunyi-sembunyi, dalam kejaran musuh yang frustasi karena tak menemukan beliau Shallallaahu ’Alaihi wa Sallam. Maka ia hanya berani berjalan di kelam malam. Selebihnya, di siang hari dia mencari bayang-bayang gundukan bukit pasir. Menanti dan bersembunyi. ’Umar telah berangkat sebelumnya. Ia thawaf tujuh kali, lalu naik ke atas Ka’bah. ”Wahai Quraisy”, katanya. ”Hari ini putera Al Khaththab akan berhijrah. Barangsiapa yang ingin isterinya menjanda, anaknya menjadi yatim, atau ibunya berkabung tanpa henti, silakan hadang ’Umar di balik bukit ini!”

’Umar adalah lelaki pemberani. ’Ali, sekali lagi sadar. Dinilai dari semua segi dalam pandangan orang banyak, dia pemuda yang belum siap menikah. Apalagi menikahi Fathimah binti Rasulillah! Tidak. ’Umar jauh lebih layak. Dan ’Ali ridha. Mencintai tak berarti harus memiliki. Mencintai berarti pengorbanan untuk kebahagiaan orang yang kita cintai. Cinta tak pernah meminta untuk menanti. Ia mengambil kesempatan. Itulah keberanian. Atau mempersilakan. Yang ini pengorbanan.

Maka ’Ali bingung ketika kabar itu meruyak. Lamaran ’Umar juga ditolak. Menantu macam apa kiranya yang dikehendaki Nabi? Yang seperti ’Utsman sang miliarder kah yang telah menikahi Ruqayyah binti Rasulillah? Yang seperti Abul ’Ash ibn Rabi’ kah, saudagar Quraisy itu, suami Zainab binti Rasulillah? Ah, dua menantu Rasulullah itu sungguh membuatnya hilang kepercayaan diri. Di antara Muhajirin hanya ’Abdurrahman ibn ’Auf yang setara dengan mereka. Atau justru Nabi ingin mengambil menantu dari Anshar untuk mengeratkan kekerabatan dengan mereka? Sa’d ibn Mu’adz kah, sang pemimpin Aus yang tampan dan elegan itu? Atau Sa’d ibn ’Ubadah, pemimpin Khazraj yang lincah penuh semangat itu?

”Mengapa bukan engkau yang mencoba kawan?”, kalimat teman-teman Ansharnya itu membangunkan lamunan. ”Mengapa engkau tak mencoba melamar Fathimah? Aku punya firasat, engkaulah yang ditunggu-tunggu Baginda Nabi..”
”Aku?”, tanyanya tak yakin.
”Ya. Engkau wahai saudaraku!”
”Aku hanya pemuda miskin. Apa yang bisa kuandalkan?”
”Kami di belakangmu, kawan! Semoga Allah menolongmu!”
’Ali pun menghadap Sang Nabi. Maka dengan memberanikan diri, disampaikannya keinginannya untuk menikahi Fathimah. Ya, menikahi. Ia tahu, secara ekonomi tak ada yang menjanjikan pada dirinya. Hanya ada satu set baju besi di sana ditambah persediaan tepung kasar untuk makannya. Tapi meminta waktu dua atau tiga tahun untuk bersiap-siap? Itu memalukan! Meminta Fathimah menantikannya di batas waktu hingga ia siap? Itu sangat kekanakan. Usianya telah berkepala dua sekarang. ”Engkau pemuda sejati wahai ’Ali!”, begitu nuraninya mengingatkan. Pemuda yang siap bertanggungjawab atas rasa cintanya. Pemuda yang siap memikul resiko atas pilihan-pilihannya. Pemuda yang yakin bahwa Allah Maha Kaya.

Lamarannya berjawab, ”Ahlan wa sahlan!” Kata itu meluncur tenang bersama senyum Sang Nabi. Dan ia pun bingung. Apa maksudnya? Ucapan selamat datang itu sulit untuk bisa dikatakan sebagai isyarat penerimaan atau penolakan. Ah, mungkin Nabi pun bingung untuk menjawab. Mungkin tidak sekarang. Tapi ia siap ditolak. Itu resiko. Dan kejelasan jauh lebih ringan daripada menanggung beban tanya yang tak kunjung berjawab. Apalagi menyimpannya dalam hati sebagai bahtera tanpa pelabuhan. Ah, itu menyakitkan.
”Bagaimana jawab Nabi kawan? Bagaimana lamaranmu?”
”Entahlah..”
”Apa maksudmu?”
”Menurut kalian apakah ’Ahlan wa Sahlan’ berarti sebuah jawaban!”
”Dasar tolol! Tolol!”, kata mereka, ”Eh, maaf kawan.. Maksud kami satu saja sudah cukup dan kau mendapatkan dua! Ahlan saja sudah berarti ya. Sahlan juga. Dan kau mendapatkan Ahlan wa Sahlan kawan! Dua-duanya berarti ya!”

Dan ’Ali pun menikahi Fathimah. Dengan menggadaikan baju besinya. Dengan rumah yang semula ingin disumbangkan kawan-kawannya tapi Nabi berkeras agar ia membayar cicilannya. Itu hutang. Dengan keberanian untuk mengorbankan cintanya bagi Abu Bakr, ’Umar, dan Fathimah. Dengan keberanian untuk menikah. Sekarang. Bukan janji-janji dan nanti-nanti. ’Ali adalah gentleman sejati. Tidak heran kalau pemuda Arab memiliki yel, “Laa fatan illa ‘Aliyyan! Tak ada pemuda kecuali Ali!”

Inilah jalan cinta para pejuang. Jalan yang mempertemukan cinta dan semua perasaan dengan tanggungjawab. Dan di sini, cinta tak pernah meminta untuk menanti. Seperti ’Ali. Ia mempersilakan. Atau mengambil kesempatan. Yang pertama adalah pengorbanan. Yang kedua adalah keberanian. Dan bagi pencinta sejati, selalu ada yang manis dalam mencecap keduanya.

Di jalan cinta para pejuang, kita belajar untuk bertanggungjawab atas setiap perasaan kita..


--Mmmmm... tapi diri ini masih teramat jauh dari Fathimah... Mana mungkin mengharap sosok seperti Ali.. hikz2.. :'( tapi moga aja..^_^--




Read more...
Minggu, 26 April 2009

Jalan Cinta Para Pejuang

hahahaha….
kadang aku tertawa…
hemmmmmmm…..
kadang aku bingung….
ada teman jadi sedih…..
ada temen jadi futur…..
ada temen jadi bingung…..
ada temen jadi ge-er…
ada temen jadi salah mengartikan ketulusan seorang sahabat……
dikarenakan “cinta”…..

wahai kawan……,
cintailah kawanmu……
cintailah temanmu……
cintailah saudaramu…….
cintailah kawan seperjuanganmu……
hanya karena Allah sahaja…..
yang hanya cintamu kan terpuaskan jikalau kau melihat yang kau cintai tetap di jalan-Nya….
yang hanya cintamu kan terpuaskan jikalau kau melihat yang kau cintai masih taat pada-NYa….
yang hanya cintamu kan terpuaskan jikalau kau melihat yang kau cintai masih dalam cinta-NYa….

hingga akhirnya……….
keterpuasanmu kan mencapai puncaknya…
ketika ternyata sang Khaliq tlah mengabulkan do’amu…
kau dan yang kau cintai dipertemukan oleh-Nya dalam jannah-Nya…..
dan kau tak kan pernah kecewa…..
dan kau tak kan pernah sedih, karena kesedihan tak sanggup menyentuh jiwamu….
dan kau kan tersenyum……
dan seisi dunia kan ikut tersenyum bersamamu…..
seraya bersenandung : “life is beautiful…”

Amiiin….




Read more...
Kamis, 09 April 2009

Ya Allah...




Ya Allah....
Saat aku menyukai seorang teman…
Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir…
Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir…

Ya Allah....
Ketika aku merindukan seorang kekasih…
Rindukanlah aku pada yang rindu cinta sejati-Mu…
Agar kerinduan terhadap-Mu semakin menjadi…
Ya Allah....
Jika aku hendak menyukai seseorang…
Temukanlah aku dengan seseorang yang mencintai-Mu…
Agar bertambah kuat cintaku kepada-Mu…

Ya Allah....
Ketika aku sedang jatuh cinta…
Jagalah cinta itu…
Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu…

Ya Allah....
Ketika aku berucap aku cinta padamu…
Biarkan kukatakan pada hatinya yang tertau pada-Mu…
Agar aku tak jatuh dalamcinta yang yang bukan karena-Mu…

Sebagaimana orang bijak berucap…
Mencintai seseorang bukanlah apa-apa…
Dicintai seseorang adalah sesuatu…
Dicintai oleh orang yang kita cintai sangatlah berarti…
Tapi dicintai oleh Sang Pencipta adalah SEGALANYA…




Read more...
Kasih….
Kaulah segalanya....pelangi cintaku..
Embun di setiap riduku…
Wangi disetiap tarikan nafasku….
Mimpi didalam tidurku…
Cinta di setiap waktuku…
Tak ada jiwa yang meronta….
Ketika cinta hilang dipelupuk mata…
Tak ada air mata yang tertahan, ketika pengkhianatan diatas namakan cinta…
Kekosongan jiwa dan hati yang semakin rapuh….
Menyelimuti kelamnya akhir cinta yang tak jua tinggal dalam masa…
Semua yang kutulis bukan untuk mu…
Puisi ini untuk Rosullullah….
Semoga saja disampaikannya padamu....


Read more...
Selasa, 07 April 2009

Gemuruh Cinta.....

Bila telapak tangan berkeringat, hati dag dig dug, suara bagai tersungut di tenggorokan, itu bukan cinta tetapi SUKA.
Bila telapak tangan tidak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya, itu bukan cinta tetapi BIRAHI.
Bila menginginkannya karena tau ia akan selalu berada di sampingmu itu bukan cinta tetapi KESEPIAN.
Bila menerimanya pertanyaan cintanya karena tak mau menyakiti hatinya, itu bukan cinta tapi KASIHAN.
Bila bersedia memberikan semua yang kamu sukai demi dia, itu bukan cinta tetapi KEMURAHAN HATI.
Bila kamu bangga dan selalu ingin memamerkannya kepada orang lain itu bukan cinta tapi KEMUJURAN.
Bila kamu katakana padanya bahwa ia adalah satu-satunya hal yang kamu pikirkan, itu bukan cinta tetapi GOMBAL.
Mencintanya adalah…..
Ketika kamu menerima kesalahan dia. Karena itu adalah bagian dari kepribadiannya.. 
Ketika kamu rela memberikan hatimu, kehidupanmu, bahkan kematiamu.
Ketika hatimu tercabik bila ia sedih, dan berbunga bila ia bahagia.
Ketika kamu menangis untuk kepedihannya biarpun ia cukup tegar menghadapinya.
Ketika kamu tertarik kepada orang lain tetapi kamu masih setia bersamanya.

Cinta adalah pengorbanan, mencintai berarti memberikan diri.
Cinta adalah kematian atas sifat egois dan egosentris.
Kadang itu menyakitkan, tetapi itulah harga yang harus dibayar untuk sebuah cinta.
Awal dari cinta adalah membiarkan orang yang kita cintai menjadi dirinya sendiri tidak merubahnya menjadi gambar yang kita inginkan. Jika tidak, kita hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kita temukan di dalam dia.

Cinta….
Aku tidak menghendaki aku dicinta,
Aku tidak menghendaki aku di sayangi
Tapi 
Aku hanyalah ingin sekedar menunjukkan bahwa aku cinta kamu…
Bahwa aku menyayangimu….
Apapun, kapanpun, dimanapun…
Ingatlah 1 hal, ada 1 orang yang sedang mencintaimu,
Ada 1 orang yang sedang menyayangimu, dan ada 1 orang yang tak pernah rela dirimu tersentuh oleh yang lain, itulah AKU 
Ana Uhibbuka Fillah….. (Harisandi Savari Al Madhury)




Read more...
Senin, 06 April 2009

Ya Allah, Kutuklah Aku, Ya Allah

Kutuklah aku, Ya Allah, kutuklah aku
Kutuklah aku menjadi air yang senantiasa mengalir
Kalaupun milyaran bebatuan menghadang
Aku terus mencari celah untuk terus mengalir padaMu
Jadikan saja aku angin, Ya Allah
Agar aku bisa menyerukan kebesaranMu ke berbagai penjuru
Kutuklah aku, Ya Allah, kutuklah aku
Kutuklah aku menjadi gunung-gunung yang
Senantiasa bergerak selayak awan di langit
Agar aku dapat menjelaskan keagunganMu
Kenapa tak kau jadikan saja aku tanah
Dimana Rasulmu pernah menjejakkan sepasang
Telapak kaki telanjangnya
Biar kujaga dari apapun yang kan menghapusnya hingga memfosil

Kutuklah aku, Ya Allah, kutuklah aku
Menjadi matahari atau rembulan atau gemintang yang selalu patuh padaMu
Tanpa syarat, bukan manusia sepertiku
Yang bersujud saja kubutuhkan ribuan alasan  
Aku iri Ya Allah, aku iri kepada tanah, dedaunan, air, angin, api
Segala yang kau ciptakan, sebegitu khusyuk mencintaimu – tanpa syarat
Bukan manusia sepertiku, yang bersujud saja kubutuhkan ribuan alasan
Ya Allah, kota tua ini sudah mengurungku pada kesibukan
Yang menjelma klakson-klakson pada mobil-mobil
Yang berebut jalan sebelum lampu di perempatan itu menyala merah
Seperti penguasa yang saling berebut kekuasaan
Gedung-gedung tinggi tak memberiku kesempatan menemuiMu
Waktu adalah milik perkantoran swasta, papan iklan, reklame, redaktur koran….
Hingga kulihat seorang pelacur di gang sana sedang mengetuk pintu kaca
Sebuah mobil berplat merah yang berparkir di tepi jalan
Kutuklah aku, Ya Allah, kutuklah aku
Kutuklah aku menjadi daun kembang kamboja
Yang tengah luruh di atas pekuburan
Agar aku dapat selalu ingat, sebelum jatuh ke atas tanah
Bahwa segala kesombongan telah terbungkam
Di balik nisan yang terpahatkan namanya
Kutuklah aku, Ya Allah, kutuklah aku
Kutuklah aku menjadi apa saja, asal jangan menjadi manusia
Puisi ini aku ambil dari blog temen baru ku (harisandi-savari.blogspot.com)hehe....
Sori bukan nyulik, aq dah pamit kok ma yang punya....^_^



Read more...
Senin, 30 Maret 2009

Akulah Pembrontak Sejati

“Bila tubuh adalah modal social sebuah kekayaan yang di pertaruhkan dalam kehidupan seseorang, akulah yang fakir itu. Akulah orang yang miskin itu. Akulah yang terlantar ditinggalkan oleh setiap kepentingan yang mengatasnamakan pergaulan. Karena itu lebih baik aku menjadi diriku sendiri dan tidak terganggu oleh semuanya.”
     Manusia dilahirkan dalam kesucian, begitu juga aku. Namun, dunia ini semacam zat yang mengontaminasi segalanya. Bayangkan, banyak gadis yang suci berseri, kini murung tak bermasa depan. Aku membayangkan gadis murung itu saat bayi, saat TK, saat SD, saat tanpa rekayasa. Mungkin dialah anak ceria di taman itu. Mungkin dialah yang merindukan bulan dimalam hari seraya bernyanyi, “Ambilkan bulan Bu…Ambilkan bulan Bu…yang slalu bersinar di langit…” Bulan adalah cita-cita anak itu.

     Dan kini gadis itu murung. Rautnya lelah carut marut. Walaupun mengatasnamakan kemajuan jaman. Bedak gincu, dan munkin silicon atau sejenisnya di tanamkan dalam lading tubuhnya. Dan kini ia dalam genggaman lelaki. Atau lelaki saja???Tapi apa bedanya???Mereka sama-sama bicara dengan tubuh mereka. Mereka telah kehilangan fitrah. Mereka telah tidak suci lagi. Namun, wanita itu bukan pelacur, tapi apa bedanya???

Kini wanita itu hanya menyesali diri, tapi tak bisa keluar dari kepungan zaman. Ia telah tersedot oleh kehidupan kasar. Ya ia ibarat seorang yang ditutup matanya dan dibiarkan saja berjalan di hiruk pikuk kota.

       Dia memang tertawa tapi matanya tidak bisa berbohong. Ia sedih di atas keceriaan. Ia sepi diatas kehingarbingaran. Ia lenyap. Ia yang ada hanya ia yang tidak ada. Memang membingungkan, tapi ialah yang kehilangan fitrah. Dan aku tak mau itu, karenanya izinkan aku jadi “Pembrontak Sejati”

        Oh ya, tapi tak seharusnya aku di sebut pembrontak, karena aq justru berjalan di jalur yang benar. Tapi karena semua mengambil jalur yang berlawanan denganku, mereka menyebutku pembrontak. Dan aku menyebut diriku sendiri “Pembrontak Sejati” 

        Hasrat itu memenag ada. Tapi aku hanya menyimpannya dalam dada. Aku manusia normal, tapi aku memiliki tubuh dan jiwa. Bila tubuhku tak terkendali, maka jiwaku turun tangan. Memang aku makhluk biologis. Aku tertarik pada ketampanan lelaki. Aku normal. Namun aku tak bisa mengikuti mereka untuk menyalurkan itu semua karena aku tidak yakin itu bisa menyelesaikan masalah ku

      Aku tau karena aku sering berimajinasi dan tentu saja membaca, bahwa nafsu manusia terhadap dunia tidak aka nada habisnya. Bahwa manusia cenderung pada sesuatu yang memiliki sensasi. Sehingga ia terbang, ekstase, dan terus…terus…terus…sampai ia mati. Dan aku tak mau mati dalam keadaan demikian.

“Bila tubuh adalah modal social sebuah kekayaan yang di pertaruhkan dalam kehidupan seseorang, akulah yang fakir itu. Akulah orang yang miskin itu. Akulah yang terlantar ditinggalkan oleh setiap kepentingan yang mengatasnamakan pergaulan. Karena itu lebih baik aku menjadi diriku sendiri dan tidak terganggu oleh semuanya.”
 
Read more...
Senin, 23 Maret 2009

Nindy - Seperti Dulu

Dia selalu disini
Bebas mengusik hati
Walau dia t'lah pergi
Tinggalkan ku

* Setiap aku terjaga
Hingga pejamkan mata
Bayangnya s'lalu ada dibenak ku

Dia telah pergi
Dia tinggalkan diriku

** Mungkinkah cintaku
Kembali seperti dulu
Tetapi hanya Tuhan yang tau
Haruskah bertahan
Tegar dengan semua ini
Hanyalah hanya Tuhan yang tau

Back to *

Perih yang kurasakan
Semakin menyiksaku
Sampai kapankah semua ini akan berakhir

Back to **


Read more...
Tujuan Instruksional Khusus:
Peserta pelatihan dapat:
• menjelaskan pengertian sistem dan model,
• menentukan jenis dan klasifikasi model,
• menjelaskan tahapan permodelan

Apa itu sistem?
himpunan atau kombinasi dari bagian bagian yang membentuk sebuah kesatuan yang kompleks yang memenuhi syarat adanya:
- kesatuan (unity),
- hubungan fungsional,
- tujuan yang berguna.

Perlukah pendekatan sistem dalam penyusunan tata ruang?
Persoalan aktual tata ruang adalah kompleksitas, unitnya adalah keragaman. Keragaman yang begitu besar tidak mungkin dikaji atau dikendalikan oleh satu atau dua metode spesifik saja.Sistem selalu mencari keterpaduan antar bagian melalui pemahaman yang utuh _ perlu pendekatan sistem (keseluruhan disiplin ilmu dan pengetahuan sosial dapat dipadukan dan berhasil)

Apa ciri atau tanda telah dilakukan pendekatan sistem?

mencari semua faktor yang penting yang ada dalam mendapatkan solusi yang baik untuk menyelesaikan masalah dibuat suatu model kuantitatif untuk membantu keputusan secara rasional

Unsur apa saja yang harus ada agar pendekatan sistem bekerja sempurna?
• metodologi untuk perencanaan dan pengelolaan
• suatu tim yang multidisipliner
• pengorganisasian
• disiplin untuk bidang yang nonkuantitatif
• teknik model matematik
• teknik simulasi
• teknik optimasi
• aplikasi computer

Apa itu permodelan sistem?
kumpulan aktivitas pembuatan model

Apa itu model?
perwakilan atau abstraksi dari sebuah obyek atau situasi aktual
suatu penyederhanaan dari suatu realitas yang kompleks
- memperlihatkan hubungan-hubungan langsung maupun tidak langsung serta kaitan timbal balik dalam istilah            sebab akibat.
- sebagai abstraksi dari realitas, pada wujudnya kurang kompleks daripada realitas itu sendiri.
- Model dikatakan lengkap apabila dapat mewakili berbagai aspek dari realitas yang sedang dikaji.

Jenis-jenis model
a. Ikonik
b. Analog
c. Simbolik

Apa itu model Ikonik?
Perwakilan fisik dari beberapa hal: Berdimensi dua (foto, peta, cetak biru), Berdimensi tiga (prototipe alat atau mesin)

Apa itu model Analog?
mewakili situasi dinamik, yaitu keadaan berubah menurut waktu.berkemampuan mengetengahkan karakteristik dari kejadian yang dikaji. banyak berkesusuaian dengan penjabaran hubungan kuantitatif antara sifat dan klasklas yang berbeda
contoh: kurva perminataan, diagram alir

Apa itu model Simbolik (Matematik)?
Ilmu sistem memusatkan perhatian kepada model simbolik sebagai perwakilan dari realitas yang sedang dikaji
Format model simbolik dapat berupa bentuk angka, simbol, dan rumus.
Jenis model simbolik yang umum dipakai adalah suatu persamaan (equation)
Ada model statik dan model dinamik

model statik memberikan informasi tentang peubah-peubah model hanya pada titik tunggal dari waktu
model dinamik mampu menelusuri jalur waktu dari peubah-peubah model, lebih sulit dan mahal pembuatannya namun memberikan kekuatan yang lebih tinggi pada analisis dunia nyata.

Sifat model:
stokastik/probabilistik:
- sering dipakai karena perihal yang dikaji umumnya mengandung keputusan yang tidak
tentu,
- biasanya mengkaji ulang data atau informasi terdahulu untuk menduga peluang kejadian tersebut pada keadaan sekarang atau yang akan datang dengan asumsi terdapat relevansi pada jalur waktu.

deterministik:

- model kuantitatif yang tidak mempertimbangkan peluang kejadian;
- memusatkan penelaahannya pada factor-faktor kritis yang diasumsikan mempunyai nilai eksak dan tertentu pada waktu yang spesifik

deskriptif:
- dibuat hanya untuk semacam deskripsi matematis dari kondisi dunia nyata,
- untuk mempermudah penelaahan suatu permasalahan

optimalisasi:
- perbandingan antar alternatif dilakukan,
- solusi dari model optimalisasi adalah merupakan nilai optimum yang tergantung pada nilai input

Read more...
Rabu, 18 Maret 2009

Pemergianmu...Ya Rasulullah....

Kau Masih tersenyum mengubat lara selindung derita yang kau rasa senyuman yang mententeramkan setiap insan yang kebimbangan

Hakikatnya tak tertanggung lagi derita dipangkuan isterimu humaira menunggu saat ketikanya diangkat rohmu bertemu yang Esa

Tangan dicelup dibejana air kau sapu dimuka mengurangkan pedih beralun zikir menutur kasih pada umat dan akhirat

Dan tibalah waktu ajal bertamu penuh ketenangan jiwamu berlalu linangan air mata syahdu iringi pemergianmu

Oh sukarnya untuk umar menerima bahkan payah untuk umar mempercaya tetapi iman merelakan jua bahwa manusia kan mati akhirnya.....

Tak terlafaz kata mengungkap hiba gerhanalah seluruh semesta walaupun kau telah tiada bersemarak cintamu selamanya

Ya Rasulullah...kau tinggalkan kami warisan yang abadi dan bersaksilah seseungguhnya kami merinduimu

Read more...
Selasa, 17 Maret 2009

IMAN DAN KEYAKINAN

Antara sadar dan tidak Attar melihat seorang lelaki gagah dan kuat mendekatinya. Waktu itu, dia sedang duduk dipinggir sebuah tebing dengan punggung disandarkan pada sebatang pohon mangga yang sudah lapuk dan mati. Lelaki gagah tersebut memakai pakaian rapi dengan jas putih-putih melekat dibadannya. Angin yang bertiup kencang membuat pakaian lelaki tersebut melambai-lambai.

Dia lalu mengulurkan tangannya untuk menggapai Attar.

“Peganglah tanganku, Saudaraku, jika kamu ingin selamat!” katanya sambil mencondongkan sedikit badannya ke depan.

“Anda ini siapa?” tanya Attar ragu.

“Nanti kujelaskan!”

“Tidak! Aku tidak ingin memegang tanganmu sebelum aku tahu siapa Anda!” Attar menolak.

“Kamu akan celaka, Saudaraku! Lihatlah angin angin yang bertup kencang dan dibelakang kamu adalah jurang yang dalam. Dan tahukah kamu? Kayu yang engkau sandari itu sangat rapuh, kamu pasti akan terjatuh,” kata lelaki tersebut memperingatkan Attar.

Attar menengok kebelakang, tampak olehnya jurang yang dalam, bulu kuduknya merinding. Sementara angin yang bertiup seperti mendorong-dorong tubuhnya, kayu tempatnya bersandar bergoyang-goyang sesekali terdengar bunyi akar patahy.

Attar segera bangkit dan berdiri, hampir saja dia terlempar jika tidak cepat lelaki tersebut menangkap tangannya dan mengtgendongnya ketempat yang lebih aman dan nyaman. Tempat itu seperti sebuah lembah yang sangat subur. Aroma bunga semerbak memenuhi udaranya. Air jernih mengalir pada sebuah sungai kecil yang kiri kanannya ditumbuhi macam buah-buhan. Sebuah villa kecil tepat si tengah kebun dengan pelayan-pelayan jelita dengan senyum yang memikat hati. Attar terkesima.

“Sebenarnya Anda ini siapa? Kita ada dimana? Terus, kenapa Anda ingin menyelamatkan saya?” tanya Attar sete lah agak tenang.

Lelaki tersebut tersenyum dan berkata, “Baiklah, biar aku jelaskan,” dia lalu duduk di samping Attar.

“Kamu tadi sedang berada di sebuah bukit kehidupan. Angin yang bertiup dengan kencang itu adalah cobaan yang kamu harus hadapi dalam mengarungi hidup ini. Jurang yang dalam itu adalah ‘jurang kegagalan’, dan batang tempat kamu bersandar adalah ‘batang keraguan dan kesedihan’, sementara tempat kita berada sekarang ini adalah ‘taman kesuksesan’.”

“Terus?! Anda siapa?” Attar penasaran.

“Apakah perlu aku perkenalkan diri?” pancing lelaki tersebut.

“Aku ingin mengenal orang yang telah menolongku,” kata Attar pendek.

“Sebenarnya, aku sangat mengenalmu, Cuma terkadang kamu yang tidak mengenalku. Aku sebenarnya tidak pernah jauh darimu, hanya saja kamu sering tidak memperhatikan aku. Begitu dekatnya aku dengan dirimu, sehingga hampir susah untuk dipisahkan, namun terkadang juga kamu mengusirku sehingga aku harus pergi dengan perasaan sedih. Tapi aku bukanlah orang pendendam, sehingga jika engaku panggil aku, dengan secepat kilat aku akan datang,” kata lelaki tersebut seraya menepuk paha Attar.

“Aku semakin bingung,” Attar setengah berbisik.

“Baiklah, biar aku katakan siapa diriku. Aku ini adalah ‘iman dan keyakinanmu’,” kata lelaki tersebut seraya berdiri. “Aku melebur dulu! Pikirkanlah! Jika kau memang butuh aku, dengan cepat aku akan datang,” dia lalu menghilang. Sepeninggal lelaki tersebut, Attar berfikir dengan keras. Bukit kehidupan, angin cobaan, bersandar pada tiang keraguan jika dia berharap disitu, tentu akan terjatuh dalam jurang kegagalan. Akan tetapi, jika dia menggapai tangan ‘iman dan keyakinan’ maka dia akan selamat sampai kesuksesan.

“Aku paham!!” teriak Attar.

Allahu akbar....Allahu akbar!!!!” terdengar teriakan membahana memenuhi kbu Attar. Dia tersentak dan matanya spontan terbuka. Suara adzan subuh telah di kumandangkan.

Dia lalu memperbaiki perasaannya, menenangkan pikirannya. Sejenak dia memikirkan makna dari mimpinya, iman dan keyakinan!! bisik Attar dalam hatinya.

Pelan-pelan dia mengankat kepalanya, “Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna Muhammadan rasuulullah,” Attar mengucapkan dua kalimat syahadat, sebuah ritual turun-memurun yang selalu diajarkan oleh gurunya di pesantren.

Kata gurunya, pada setiap bangun tidur pada subuh hari, seorang hamba harus membaca syahadat sebagai persaksian hamba itu kepada Tuhannya, agar di awal hari itu di jauhkan dari kesyirikan, dan agar hari itu iman senantiasa bertambah.

Dia berwudhu dan segera shalat subuh.

Dikutip dari buku Titian Nabi-Muhammad Masykur A.R. Said


Read more...
        Settingan GPRS ini berdasarkan pengalamanku, bingung pengen intenetan via handphone, malah nggak bisa-bisa. Setiingan ini aku coba di ponselku yaitu Nokia 3500 classic, dan berdasar sumbet di internet settingan ini bukan Cuma untuk ponsel Nokia 3500c aja, tapi bisa untuk Nokia 3110c, 5300, 5200, 6300 dan beberapa ponsel yang sistem operasinya sejenis.

        Setting yang dibahas disini adalah untuk penggunaan dengan kartu dari operator indosat (mentari, matrix, dan IM3) karena operator yang aku pake indosat (IM3), menurutku untuk saat ini tarif GPRS-nya jauh lebih murah dari pada tarif GPRS yang ditawarkan operator lain. Hehe…

Yang Harus Kita Lakukan Adalah :
      A. Pengaturan Konfigurasi Pribadi untuk Jenis Aplikasi Jalur Akses
          1. Buka Menu Pengaturan, Konfigurasi, Pengaturan Konfigurasi Pribadi
          2. Tekan tombol pilihan, pilih Tambah baru
          3. pilih Jalur Akses
          4. Isi dengan data berikut :
                 a. Nama Account : indosatgprs
                 b. Pengaturan Jalur Akses :
                       - pembawa data : paket data
                       - pengaturan media :
                                   jalur akses paket data : indosatgprs
                                   jenis jaringan : IPv4
                                   jenis keaslian : Normal
                                   nama pengguna : indosatgprs
                                   Sandi : indosatgprs
           5. tekan tombol kembali (3x)
           6. pada indosatgprs, tekan tombol pilihan, kemudian pilih aktifkan
       Kita telah berhasil membuat sebuah Jalur Akses
 
       B. Pengaturan Konfigurasi Pribadi untuk Jenis Aplikasi Web
           1. Buka Menu Pengaturan, Konfigurasi, Pengaturan Konfigurasi Pribadi
           2. Tekan tombol pilihan, pilih Tambah baru
           3. pilih Web
           4. Isi dengan data berikut :
                   a. Nama Account : INDOSATGPRS
                   b. Situs : http://wap.indosatgprs.com
                   c. Nama Pengguna : indosatgprs
                   d. sandi : indosatgprs
                   e. gunakan titik akses pilihan : ya
          5. tekan tombol kembali (1x)
          6. pada INDOSATGPRS, tekan tombol pilihan, kemudian pilih aktifkan
      Kita telah berhasil melakukan Pengaturan Konfigurasi Pribadi untuk Jenis Aplikasi Web Akses

      C. Menjadikan Pengaturan yang telah dibuat di atas (A dan B) sebagai pengaturan default
          1. Buka Menu Pengaturan, Konfigurasi
          2. pada Pengaturan Konfigurasi default pilih Konfigurasi pribadi
          3. pada Aktifkan default di semua aplikasi pilih ya
          4. pada jalur akses pilihan pilih indosatgprs

     D. Membuat sambungan paket data
          1. Buka Menu Pengaturan, sambungan, paket data
          2. pada Sambungan Paket Data anda boleh memilih jika diperlukan ataupun selalu online
          3. Pada pengaturan paket data, isikan :
                 a. Jalur akses aktif : indosatgprs
                 b. Edit jalur akses aktif :
                       - Alias untuk jalur akses : indosatgprs
                       - jalur akses paket data : http://wap.indosat.com

         Setelah melakukan langkah-langkah di atas kita bisa mencoba mengakses internet dari ponsel kita (Silahkan buka menu Web!). Namun sebelum kita mengunjungi sebuah situs, pastikan kembali bahwa konfigurasi yang terpakai adalah konfigurasi yang telah kita buat tadi. Caranya :
Buka menu web, pengaturan, pengaturan konfigurasi
* Pada konfigurasi pilih konfigurasi pribadi
* pada Account pilih INDOSATGPRS

Selamat Menikmati Akses Internet via ponsel !! Good Luck… ^_^


Read more...
Jumat, 27 Februari 2009

Bingkai Kehidupan

Mengarungi samudera kehidupan
Kita ibarat para pengembara
Hidup ini adalah perjuangan
Tiada masa tuk berpangku tangan

Setiap tetes peluh dan darah
Tak akan sirna ditelan masa
Segores luka di jalan Allah
'kan menjadi saksi pengorbanan


Allahu ghaayatunaa
Ar-Rasuulu qudwatunaa
Al-Qur'aanu dusturunaa
Al-Jihadu sabiiluna
Al-Mautu fii sabilillah
Asma amaanina

Allah adalah tujuan kami
Rasulullah teladan kami
Al Qur'an pedoman hidup kami
Jihad adalah jalan juang kami
Mati di jalan Allah adalah cita-cita kami tertinggi


Read more...
Rabu, 25 Februari 2009

Teks Puding Ubur - Ubur

Bikin teks seperti pudding... tutorial ini aku dapat dapat dari sebuah situs www.ilmugrafis.com 

Langkah-langkah pembuatannya :
1. Buka Program Photohop
    Caranya: Start > All Program > Photoshop 

2. Mulai dengan membuat Lembar kerja baru 
    Caranya: Pada menu utama dan pilih File --> New atau tekan [ctrl] + [N] 
    Disini aku atur seperti ini:
    * Nama dan Ukuran terserah 
     Resolution = 71 pixels/inch
     Contents = White 
     Tekan [ok]

3. Pada tool box sebelah kiri pilih Horizontal Type Mask Tool
    tips: klik kanan icon bergambar huruf T sehingga muncul pilihan seperti di bawah ini 
 

   

 

Setelah itu tuliskan teks sesuai kebutuhan kita, aku menuliskan: "UBUR - UBUR" agar sesuai dengan judulnya sedangkan type teks terserah, namun disini aku menggunakan font: "arcanum " ukuran 115,64 pt 


4. Setelah itu ke Main Menu / Menu Utama

    Pilih: 
    Layer --> Layer Style --> Inner Glow... 
    atur seperti ini: 


gambar setting Inner Glow


5. Setelah itu ke Main Menu / Menu Utama
    Pilih: 
    Layer --> Layer Style --> Bevel and Emboss... 
    atur seperti ini: 
 

gambar setting Bevel and Emboss

[OK] dulu...
Masih di area Bevel and Emboss
Sekarang kita masuk ke Contour [klik contour] 

 

Pilih type contour pojok kanan atas, sedangkan Range 50 % 


6. Nah sekarang tinggal mewarnai puding yang kita buat, Caranya: 
Layer --> Layer Style --> Bevel and Emboss... 
Pilih warna yang kamu suka... 

 

Selamat Mencoba... 

dan Semoga Bermanfaat... ^_^
Read more...
Sabtu, 21 Februari 2009

Animasi Shine - Mobil Mengkilap

Flash merupakan program untuk membuat animasi yang handal, Tutorial Flash kali ini adalah membuat efek animasi shine dan membuat mobil mengkilap bercahaya...


Para Pembaca yang budiman, belum punya mobil yang mengkilap tapi ingin membuat mobil anda jadi mengkilap tanpa biaya nah cuma di ilmugrafis kumpulan tutorial flash dengan tema mobil mengkilap bercahaya.

Langkah - Langkahnya:

1. Masukkan (import) gambar ke dalam stage

     misalnya gambar mobil seperti gambar di bawah ini

2. Setelah gambar berada pada stage, atur besarnya stage sesuai dengan ukuran gambar yang         telah di import tadi misalnya 500 px (width) dan 315 px (height)

3. Ganti nama layer1 menjadi mobil

4. Tambahkan satu layer baru, kemudian ganti layer tersebut dengan nama efek.



5. Klik icon rectangle tool ( tekan huruf R di keyboard ), kemudian gambar persegi panjang               melebihi gambar mobil, seperti gambar di bawah ini.



6. Klik gambar persegi panjang yang telah dibuat tadi, kemudian ubah warna persegi panjang           seperti gambar di bawah ini


7. Kemudian untuk mendapatkan efek cahaya yang mengkilap, lakukan pengaturan warna               persegi panjang seperti gambar di bawah ini

8. Efek mengkilap telah selesai dibuat, kemudian langkah selanjutnya, tambahkan satu layer lagi,     kemudian ganti nama layer tersebut dengan animasi


9. Masih di layer animasi kill icon Pen tool

10. Kemudian buatlah bagian yang akan dianimasikan misalnya seperti gambar di bawah ini.



11. Setelah area yang dianimasikan selesai dibuat, maka langkah selanjutnya yaitu klik kanan             pada layer animasi pilih menu mask


12. Klik frame 30 pada setiap layer, kemudian tekan F6 untuk memberikan insert keyframe


13. Klik kanan antara frame 1 – 30 pada layer efek, kemudian pilih menu create motion tween



14. Klik frame 30 pada layer efek, kemudian pindahkan gambar persegi panjang ke sebelah                  kanan dari gambar mobil, seperti gambar di bawah ini


15. Tekan ctrl + enter untuk melihat hasilnya…
       Preview in image mode 


 
Cling.. Cling.. Mobil Bersinar Mengkilap ^_^


Read more...
Minggu, 15 Februari 2009

Komponen Jaringan dari Ujung ke Ujung


        Apa sebenarnya yang membentuk jaringan komputer? Jawabannya jelas, komputer. Tapi bagaimana komputer-komputer tersebut saling terhubung? Ada dua macam, perangkat keras (peripheral) dan perangkat lunak (software). Perangkat keras yang dimaksud di sini mencakup network interface card (NIC), hub, switch, repeater, bridge, router, dan tentu saja kabel. Perangkat lunak yang jelas dibutuhkan adalah sistem operasi jaringan. Tulisan untuk pemula ini bertujuan menjelaskan apa dan bagaimana masing-masing perangkat keras yang telah disebutkan di atas.

        Sebagai gambaran awal, Kita bisa melihat diagram yang melengkapi tulisan ini untuk mengetahui posisi setiap komponen. Komponen stkitar sebuah jaringan sederhana adalah NIC, hub dan kabel. Dengan ketiga komponen ini, Kita sudah bisa membuat suatu jaringan komputer.

NIC

        Network interface card adalah kartu -- maksudnya papan elektronik -- yang ditanam pada setiap komputer yang terhubung ke jaringan. Beberapa komputer desktop yang dijual di pasaran saat ini sudah dilengkapi dengan kartu ini. Saat Kita membeli komputer, Kita bisa menanyakan penjualnya apakah pada komputer sudah dipasangkan NIC. Jika belum Kita bisa meminta penjualnya untuk memasangkan, atau Kita bisa membelinya dan memasangnya sendiri. Ada banyak macam kartu jaringan. Ada tiga hal yang harus Kita perhatikan dari suatu NIC -- tipe kartu, jenis protokol dan tipe kabel yang didukungnya.

        Ada dua macam tipe kartu, yaitu PCI dan ISA. Sebagai sedikit penjelasan, pada komputer ada beberapa slot (tempat menancapkan kartu) yang disebut expansion slot. Slot-slot ini saat Kita membeli komputer sengaja dibiarkan kosong oleh pembuat komputer agar Kita bisa meningkatkan kemampuan komputer Kita dengan menambahkan beberapa kartu -- misalnya, kartu suara (untuk membuat komputer "bersuara bagus"), kartu video (untuk membuat tampilan layar komputer lebih bagus), kartu SCSI (untuk membuat komputer bisa berkomunikasi dengan perangkat berbasis SCSI), atau network interface card (untuk membuat komputer bisa berkomunikasi dengan komputer lain dalam jaringan). Ada dua tipe slot yang banyak dijumpai pada komputer-komputer yang beredar di pasaran, yaitu slot PCI dan slot ISA. Jika Kita membuka kotak (casing) komputer Kita, di bagian belakang Kita bisa melihat ada dua deret slot. Slot PCI biasanya adalah yang berwarna putih, slot ini lebih pendek dibandingkan slot PCI. Slot PCI mendukung kecepatan I/O (input/output) yang lebih tinggi. Di pasaran, biasanya harga kartu berbasis PCI lebih mahal.

        Dari sisi protokol, jenis protokol yang saat ini paling banyak digunakan adalah Ethernet dan Fast Ethernet. Ada beberapa protokol lain, tetapi kurang populer, yaitu Token Ring, FDDI, dan ATM. Dua protokol terakhir cenderung digunakan pada jaringan besar sebagai backbone (jaringan tulang punggung yang menghubungkan banyak segmen jaringan yang lebih kecil). Ethernet mendukung kecepatan transfer data sampai 10Mbps, sedangkan Fast Ethernet mendukung kecepatan transfer data sampai 100Mbps. Jika memilih untuk menggunakan protokol Ethernet, Kita harus membeli kartu Ethernet. Demikian juga jika Kita telah memilih Fast Ethernet. Namun saat ini juga ada kartu combo yang mendukung Ethernet maupun Fast Ethernet. Kartu combo bisa mendeteksi sendiri berapa kecepatan yang sedang digunakan pada jaringan. Jika saat ini Kita memilih menggunakan Ethernet, tetapi Kita telah merencanakan untuk suatu saat nanti memerlukan kecepatan transfer yang lebih tinggi -- sehingga memerlukan Fast Ethernet tak salah jika Kita memilih kartu combo. Dari sisi harga, kartu Ethernet saat ini boleh dibilang sudah sangat murah. Kita bisa mendapatkannya dengan biaya kurang dari Rp 100 ribu. Sedang harga kartu Fast Ethernet masih berkisar Rp 200 ribu - Rp 500 ribu -- demikian juga kartu combo.

        Dari sisi kabel, ada beberapa tipe kabel yang digunakan orang, yaitu UTP (unshielded twisted pair), coaxial, dan fiber optik. Yang paling banyak dipilih orang adalah UTP, karena murah, kemampuannya memadai dan pemasangannya cenderung lebih mudah. Kabel coaxial (mirip dengan kabel televisi) dulu banyak digunakan orang, tetapi saat ini boleh dibilang sudah hampir tak dilirik. Fiber optik merupakan kabel paling mahal (dari sisi instalasi maupun harga per meter), tetapi kemampuannya mendukung kecepatan transfer data paling bagus. Pemasangan kabel fiber optik paling rumit, karena itu mahal. Dalam memilih kartu, Kita harus menyesuaikan dengan tipe kabel yang telah/akan Kita pasang. Port/colokan untuk kabel UTP berbentuk mirip dengan kabel telepon tetapi sedikit lebih besar, port ini dikenal sebagai RJ-45. Ada beberapa kartu yang mendukung dua atau lebih tipe kabel. Namun jika Kita hanya akan menggunakan satu tipe kabel, pilihlah kartu yang mendukung satu tipe kabel saja karena harganya akan jauh lebih murah.

Jika dirangkum dari ciri-ciri yang menentukan tipe kartu, untuk saat ini kartu yang sebaiknya Kita pilih adalah kombinasi berikut: - Ethernet/PCI/UTP
- Ethernet/ISA/UTP
- Ethernet/PCI/UTP-BNC
- Combo (Ethernet/Fast Ethernet)/PCI/UTP
- Fast Ethernet/PCI/UTP

        Satu hal lagi, jika Kita menggunakan komputer portabel (notebook), untuk berkoneksi ke jaringan Kita menggunakan kartu PCMCIA. Bentuk kartu ini mirip kartu kredit, tetapi sedikit tebal. Kartu ini dimasukkan ke port PCMCIA yang ada pada setiap notebook. Jika untuk komputer desktop sudah tersedia banyak pilihan kartu untuk protokol Fast Ethernet, untuk PCMCIA pilihan mereknya masih sedikit sehingga harganya sangat mahal. Jika pada komputer desktop tidak ada kartu kombinasi antara kartu jaringan dengan kartu modem, pada PCMCIA kombinasi ini justru menjadi salah satu favorit. Dengan kombinasi ini, Kita menghemat penggunaan slot PCMCIA dengan hanya menggunakan satu slot untuk dua kegunaan: modem dan jaringan. Saat ini hampir semua NIC yang beredar di pasaran sudah mendukung Plug-n-Play (NIC secara otomatis dikonfigurasi tanpa intervensi pengguna), tetapi ada baiknya Kita pastikan bahwa NIC yang Kita beli memang mendukung PnP.

Kabel

        Kabel merupakan komponen penting dalam jaringan. Kabellah yang membuat data bisa mengalir di jaringan -- kecuali jika Kita menggunakan jaringan tanpa kabel (wireless). Jangan sampai Kita memilih kabel berkualitas jelek, walaupun harganya murah. Ada beberapa alasan untuk hal ini, di antaranya adalah: 
Investasi untuk kabel biasanya hanya dilakukan sekali pada saat awal instalasi jaringan. 
Kabel jaringan cenderung disembunyikan di balik dinding atau di bawah lantai. Jika Kita menggunakan kabel bermutu rendah dan suatu saat ditemukan ada masalah pada kabel, maka usaha untuk membongkar dan memasang kembali kabel akan jauh lebih mahal dibandingkan harga yang Kita bayar untuk mendapatkan kabel kualitas bagus yang tak merepotkan. 

        Seperti sudah disebutkan sebelumnya, ada tiga jenis kabel yang dikenal orang. Jenis kabel yang banyak dipilih orang -- terutama untuk jaringan kecil -- saat ini adalah UTP. Beberapa perusahaan/lembaga yang cukup kaya memang cenderung memilih kabel fiber optik, karena dukungan untuk pengembangan ke depan yang lebih bagus. Ada pula beberapa pengguna yang hanya menggunakan kabel fiber optik untuk backbone dan menggunakan UTP pada segmen-segmen jaringannya.

        Namun memilih UTP mungkin paling masuk akal jika jaringan Kita tak terlalu besar -- ingat masih banyak komponen lain yang perlu Kita beli. Dari sisi pemasangan, UTP bisa dibilang paling tak merepotkan, Kita bisa memasangnya sendiri dengan hanya sedikit pengalaman. Jadi jika sekarang Kita sedang bersiap membangun jaringan, rasanya pilihan paling tepat adalah menggunakan kabel UTP. Kabel fiber optik akan lebih masuk akal jika digunakan pada backbone, nanti jika jaringan Kita sudah semakin besar dan ban banyak segmen yang harus saling terhubung.

Hub

        Secara sederhana, hub adalah perangkat penghubung. Pada jaringan bertopologi star, hub adalah perangkat dengan banyak port yang memungkinkan beberapa titik (dalam hal ini komputer yang sudah memasang NIC) bergabung menjadi satu jaringan. Pada jaringan sederhana, salah satu port pada hub terhubung ke komputer server. Bisa juga hub tak langsung terhubung ke server tetapi juga ke hub lain, ini terutama terjadi pada jaringan yang cukup besar. Hub memiliki 4 - 24 port plus 1 port untuk ke server atau hub lain. Sebagian hub -- terutama dari generasi yang lebih baru -- bisa ditumpuk (stackable) untuk mendukung jumlah port yang lebih banyak. Jumlah tumpukan maksimal bergantung dari merek hub, rata-rata mencapai 5 - 8. Hub yang bisa ditumpuk biasanya pada bagian belakangnya terdapat 2 port untuk menghubungkan antar hub.

        Dari sisi pengelolaan ada dua jenis hub, yaitu manageable hub dan unmanageable hub. Manageable hub adalah hub yang bisa dikelola melalui software -- sedangkan unmanageable hub tak bisa. Satu hal yang perlu diingat, hub hanya memungkinkan pengguna untuk berbagi (share) jalur yang sama. Kumpulan hub yang membentuk jaringan hub disebut sebagai "shared Ethernet." Pada jaringan terbagi seperti itu, setiap anggota hanya akan mendapatkan persentase tertentu dari bandwidth jaringan yang ada. Misalkan jaringan yang digunakan adalah Ethernet 10Mbps dan pada jaringan tersebut tersambung 10 komputer, maka secara kasar jika semua komputer secara bersama mengirimkan data, bandwidth rata-rata yang bisa digunakan oleh masing-masing anggota jaringan tersebut hanyalah 1Mbps. 

        Pada jaringan bertopologi bus, ada juga perangkat sejenis hub -- namanya repeater. Sesuai namanya, repeater bekerja memperkuat sinyal agar data bisa mencapai jarak yang lebih jauh.

Bridge & Switch

        Bridge adalah perangkat yang berfungsi menghubungkan beberapa jaringan terpisah. Bridge bisa menghubungkan tipe jaringan berbeda (seperti Ethernet dan Fast Ethernet) atau tipe jaringan yang sama. Bridge memetakan alamat Ethernet dari setiap node yang ada pada masing-masing segmen jaringan dan memperbolehkan hanya lalu lintas data yang diperlukan melintasi bridge. Ketika menerima sebuah paket, bridge menentukan segmen tujuan dan sumber. Jika segmennya sama, paket akan ditolak; jika segmennya berbeda, paket diteruskan ke segmen tujuannya. Bridge juga bisa mencegah pesan rusak untuk tak menyebar keluar dari satu segmen.

        Switch yang dimaksud di sini adalah LAN switch. Switch adalah perluasan dari konsep bridge. Ada dua arsitektur dasar yang digunakan pada switch, yaitu cut-through dan store-and-forward. Switch cut-through memiliki kelebihan di sisi kecepatan karena ketika sebuah paket datang, switch hanya memperhatikan alamat tujuannya sebelum meneruskan ke segmen tujuan. Switch store-and-forward, kebalikannya, menerima dan menganalisa seluruh isi paket sebelum meneruskannya ke tujuan. Waktu yang diperlukan untuk memeriksa satu paket memakan waktu, tetapi ini memungkinkan switch untuk mengetahui adanya kerusakan pada paket dan mencegahnya agar tak mengganggu jaringan. Dengan teknologi terbaru, kecepatan switch store-and-forward ditingkatkan sehingga mendekati kecepatan switch cut-through. Di pasaran Kita juga bisa memilih switch hibrid yang menggabungkan arsitektur cut-through dan store-and-forward.

        Dengan switch, Kita mendapatkan keuntungan karena setiap segmen jaringan memiliki bandwidth 10Mbps penuh, tidak terbagi seperti pada "shared network." Dengan demikian kecepatan transfer data lebih tinggi. Jaringan yang dibentuk dari sejumlah switch yang saling terhubung disebut "collapsed backbone." Saat ini banyak orang memilih menggunakan jaringan Ethernet 10Mbps pada segmen-segmennya dan Fast Ethernet 100Mbps pada koneksi ke server. Untuk keperluan ini digunakan switch 10/100 yang biasanya memiliki beberapa (4-24) port 10Mbps untuk koneksi ke komputer klien dan 1 port 100Mbps ke komputer server.

Router

        Router bekerja dengan cara yang mirip dengan switch dan bridge. Perbedaannya, router menyaring (filter) lalu lintas data. Penyaringan dilakukan bukan dengan melihat alamat paket data, tetapi dengan menggunakan protokol tertentu. Router muncul untuk menangani perlunya membagi jaringan secara logikal bukan fisikal. Sebuah IP router bisa membagi jaringan menjadi beberapa subnet sehingga hanya lalu lintas yang ditujukan untuk IP address tertentu yang bisa mengalir dari satu segmen ke segmen lain. Kita mungkin bingung dengan definisi di atas, tetapi untuk mudah diingat, Kita menggunakan router ketika akan menghubungkan jaringan komputer ke jaringan lain. Jaringan ini bisa berupa jaringan pribadi (LAN/WAN) atau jaringan publik (Internet).

        Untuk mengetahui lebih jauh tentang posisi setiap komponen, silakan melihat diagram. Kita juga bisa membaca buku-buku yang lebih lengkap mengenai jaringan komputer dan cara membangunnya.



Read more...
Senin, 12 Januari 2009

Cinta...


Tuhan..
Saat aku menyukai seorang teman
Ingatkanlah aku bahwa akan ada sebuah akhir
Sehingga aku tetap bersama Yang Tak Pernah Berakhir

Tuhan..
Ketika aku merindukan seorang kekasih
Rindukanlah aku kepada yang rindu Cinta Sejati-Mu
Agar kerinduanku terhadap-Mu semakin menjadi

Tuhan..
Jika aku hendak menyukai seseorang 
Temukanlah aku dengan orang yang mencintai-Mu
Agar bertambah kuat cintaku pada-Mu

Tuhan...
Ketika aku sedang jatuh cinta
Jagalah cinta itu 
Agar tidak melebihi cintaku pada-Mu

Tuhan..
Ketika aku berucap aku cinta padamu
Biarkan kukatakan kepada yang hatinya tertaut pada-Mu
Agar aku tak jatuh dalam cinta yang bukan karena-Mu

Sebagaimana orang bijak berucap
Mencintai seseorang bukanlah apa-apa
Dicintai seseorang adalah sesuatu
Dicintai oleh orang yang kau cintai sangatlah berarti
Tapi dicintai oleh Sang Pencipta adalah SEGALANYA



Read more...
Recent Post
Recent Comments
 
nya_'s sitE © 2008. Template Design By: SkinCorner